Retret Kepala Wilayah Gelombang Ke-2 , Kemendagri Peringatkan masalah Rapot

Kementerian Dalam Negeri RI (Kemendagri) melepaskan 86 kepala wilayah untuk jalani retret atau penggemblengan gelombang ke-2 di Universitas IPDN, Bandung, Jawa Barat, Minggu (22/6/2025).

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendagri Tomsi Tohir mengingati, supaya retret menjadi tempat ke beberapa kepala wilayah agar dapat sukses dalam pimpin wilayahnya.

“Keinginannya jika dalam penerapan tujuan ini benar-benar bisa berguna, tentu saja untuk peserta dan untuk warga di wilayahnya masing-masing,” kata Tomsi waktu memberi instruksi di upacara apel pelepasan kepala wilayah di Kantor Kemendagri RI, Jakarta, Minggu.

Ia sampaikan, ke beberapa kepala wilayah dalam pekerjaannya kelak, bakal ada rapot atau penilaian dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) pada performa mereka.

Tomsi menerangkan, sejumlah persyaratan sebagai penilaian dalam rapot itu, diantaranya masalah kemajuan ekonomi sampai atasi kemiskinan.

“Yang terakhir nanti Bapak-Ibu sekaligus akan diberi terkait sama apa sich rapotnya kepala wilayah,” tutur ia.

“Bapak mungkin lupa Bapak-Ibu sekaligus yang dipandang kepala wilayah itu rapotnya seperti apakah, diantaranya kemajuan ekonomi. Kelak Bapak tahu startnya berapakah tiap tahun naik atau tidak, ini dihitung per kwartal, per 3 bulan,” tambahnya.

Selanjutnya, Tomsi menjelaskan, ada banyak faktor sebagai penilaian yaitu hal pengurangan angka pengangguran di wilayah sampai angka stunting.

Ia juga mengutamakan, berkaitan tingkat kekuatan pendidikan untuk tiap masyarakat di wilayah. Menurut Tomsi, kepala wilayah harus menyaksikan tidak ada atau adanya perkembangan untuk tiap masyarakatnya mengenyam pendidikan.

“Selanjutnya jumlah warga miskinnya menyusut apa tidak, penganggurannya menyusut apa tidak,” papar Tomsi.

HomeNewsPeristiwa
Retret Kepala Wilayah Gelombang Ke-2 , Kemendagri Peringatkan masalah Rapot
Kemendagri melepaskan 86 kepala wilayah untuk jalani retret atau penggemblengan gelombang ke-2 di Universitas IPDN,

Team News
Oleh
Team News
Diperbaharui 22 Jun 2025, 13:41 WIB
Diedarkan 22 Jun 2025, 13:41 WIB
0 Komentar
Sharing
Copy Link
Gagalkan
Kepala wilayah peserta retret gelombang ke-2 ikuti apel di Kantor Kemendagri, Jakarta, Minggu (22/6/2025).
Perbesar
Kepala wilayah peserta retret gelombang ke-2 ikuti apel di Kantor Kemendagri, Jakarta, Minggu (22/6/2025). (Merdeka.com/ Alma Fikhasari)
Jadi pokoknya…
86 kepala wilayah ikuti retret di Universitas IPDN, Bandung.
Performa kepala wilayah akan dipandang oleh Mendagri.
Penilaian mencakup ekonomi, kemiskinan, stunting, pendidikan.
Liputan6.com, Jakarta – Kementerian Dalam Negeri RI (Kemendagri) melepaskan 86 kepala wilayah untuk jalani retret atau penggemblengan gelombang ke-2 di Universitas IPDN, Bandung, Jawa Barat, Minggu (22/6/2025).

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendagri Tomsi Tohir mengingati, supaya retret menjadi tempat ke beberapa kepala wilayah agar dapat sukses dalam pimpin wilayahnya.

BACA JUGA:
Wawasan Rokok Tanpa Merk, Beberapa Kepala Wilayah Soroti Imbas pada Industri Hasil Tembakau
“Keinginannya jika dalam penerapan tujuan ini benar-benar bisa berguna, tentu saja untuk peserta dan untuk warga di wilayahnya masing-masing,” kata Tomsi waktu memberi instruksi di upacara apel pelepasan kepala wilayah di Kantor Kemendagri RI, Jakarta, Minggu.

Advertisement

Ia sampaikan, ke beberapa kepala wilayah dalam pekerjaannya kelak, bakal ada rapot atau penilaian dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) pada performa mereka.

Tomsi menerangkan, sejumlah persyaratan sebagai penilaian dalam rapot itu, diantaranya masalah kemajuan ekonomi sampai atasi kemiskinan.

“Yang terakhir nanti Bapak-Ibu sekaligus akan diberi terkait sama apa sich rapotnya kepala wilayah,” tutur ia.

“Bapak mungkin lupa Bapak-Ibu sekaligus yang dipandang kepala wilayah itu rapotnya seperti apakah, diantaranya kemajuan ekonomi. Kelak Bapak tahu startnya berapakah tiap tahun naik atau tidak, ini dihitung per kwartal, per 3 bulan,” tambahnya.

Selanjutnya, Tomsi menjelaskan, ada banyak faktor sebagai penilaian yaitu hal pengurangan angka pengangguran di wilayah sampai angka stunting.

Ia juga mengutamakan, berkaitan tingkat kekuatan pendidikan untuk tiap masyarakat di wilayah. Menurut Tomsi, kepala wilayah harus menyaksikan tidak ada atau adanya perkembangan untuk tiap masyarakatnya mengenyam pendidikan.

“Selanjutnya jumlah warga miskinnya menyusut apa tidak, penganggurannya menyusut apa tidak,” papar Tomsi.

2 dari 2 halaman
Rapot Harus Dikatakan Tiap Periode Waktu Tertentu
Kepala wilayah peserta retret gelombang ke-2 ikuti apel di Kantor Kemendagri, Jakarta, Minggu (22/6/2025).
Perbesar
Kepala wilayah peserta retret gelombang ke-2 ikuti apel di Kantor Kemendagri, Jakarta, Minggu (22/6/2025). (Merdeka.com/ Alma Fikhasari)
“Selanjutnya jumlah stunting atau ibu hamil dan anak yang kurang nutrisi menyusut atau tidak. Lama waktunya pendidikan, rerata lama waktunya pendidikan. Misalnya tujuh tahun bermakna di rerata di wilayah itu tujuh tahun lebih kurang sampai kelas 1 SMP. Naik apa tidak tiap tahun,” sambungnya.

Tomsi menyebutkan, rapot itu yang nanti harus dikatakan oleh beberapa kepala wilayah setiap periode waktu atau masa tertentu.

Ia mengharap, dengan diadakannya retret saat sebelum memegang sebagai kepala wilayah, mereka dapat memberi hasil baik ketika pengutaraan rapot itu nanti.

“Nach dan tentu saja ya kita mengharap Bapak Ibu sekaligus semua bisa sukses. Dengan begitu kesuksesan ini adalah sesuatu kebersama-samaan kita dan bisa menjadi kesuksesan nasional,” kata Tomsi.

“Yakni sesuatu kesuksesan di mana negara republik kita yang kita sayangi ini benar-benar bisa berkembang, tumbuh sejahtera, aman dengan sebagus-baiknya,” tandas Tomsi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *